Menikmati Kelezatan Sate Ayam Ponorogo

Kampung Sate, Ponorogo
Mural Kampung Sate, Ponorogo

Apa kabar sahabat-sahabat blogger dimanapun kalian berada? 

Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat dan keberkahan-NYA kepada sahabat-sahabat semua.

Ini masih cerita saat saya dan keluarga ketika berada di Ponorogo beberapa hari. Cerita yang saya pikir layak untuk dihadirkan kehadapan sahabat-sahabat blogger.

Satu hari setelah jalan-jalan seputaran Ponorogo, besan saya mengajak mampir ke satu warung sate ayam. Katanya warung sate ayam ini legendaris dan sangat populer. Ajakannya tentu saja membuat saya penasaran. 

Sate ayam Ponorogo memang merupakan salah satu kuliner dari sekian banyak macam kuliner khas Ponorogo. Nah, ini merupakan kepenasaran kedua, setelah kepenasaran pertama mengenai warung sate yang legendaris itu. Penasaran bagaimana racikan dan rasa sate ayam Ponorogo dibanding sate ayam lainnya yang sering saya nikmati.

Dan ketika kendaraan yang membawa kami berbelok memasuki Jalan Lawu, saya melihat di gerbang dan mural di sisi jalan bertuliskan Kampung Sate, seperti dapat dilihat pada foto diatas.

Kampung? Berarti di daerah ini banyak pedagang sate ayam? Demikian yang menjadi pertanyaan saya.

Setelah melihat-lihat sejenak memang ada beberapa rumah yang di depannya terdapat warung sate. Tapi menurut informasi, ada juga yang mempersiapkan satenya di rumah-rumah, namun lokasi penjualannya di tempat lain. Jadi tepatlah bila kampung ini dinamakan sebagai Kampung Sate.

Akhirnya kami mampir ke warung sate legendaris, warung sate yang didepannya terpampang plang besar bertuliskan Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun / H. Suroto.

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto

Setelah googling, saya menemukan informasi bahwa usaha sate ayam ini dirintis oleh Sobikun pada tahun 1970-an. Sobikun - merupakan generasi pertama - berdagang sate ayam dengan cara berkeliling, menjajakan sate dari satu emperan toko ke emperan toko lain di Ponorogo.

Usaha sate ayam Sobikun kemudian dilanjutkan oleh anaknya H. Tukri - sebagai generasi kedua - dengan usaha yang kian maju. Seriring dengan makin larisnya sate, generasi ketiga memutuskan untuk menetap lokasi dagangnya ke lokasi saat ini di Jalan Lawu. Generasi ketiga ini bernama H. Suroto; ia adalah menantu dari H. Tukri.

Saat memasuki area parkir, memberi kesan cukup banyak juga pengunjung siang itu. Terlihat dari beberapa mobil dan motor yang parkir disana. Terlihat juga beberapa pelanggan sedang menikmati hidangan sate ayam di bagian luar warung. Memang dibagian luar warung tersedia meja dan kursi bagi pelanggan yang ingin menikmati hidangan sate ayamnya di luar ruangan warung.

Sate Ayam Ponorogo, H. Tukri Sobikun - H. Suroto
Halaman parkir warung sate H. Tukri Sobikun - H. Suroto

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Bangku dan meja juga tersedia di luar ruang warung

Memasuki bagian dalam warung, terlihat penataan meja dan kursi yang rapi. Kami mendekati meja kasir untuk memesan beberapa porsi sate ayam.

Pada dinding ruangan warung tergantung beberapa foto pejabat-pejabat pemerintahan yang pernah singgah dan menikmati hidangan sate ayam. Diantaranya terdapat foto Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah dua kali berkunjung. Juga ada foto Joko Widodo, presiden Indonesia saat ini, yang ternyata sudah dua kali mampir untuk menikmati sate. Luar biasa bukan kepopuleran warung sate ini!

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Bagian dalam warung sate. Rapi dengan beberapa foto tertempel di dinding

Di sudut lain warung sate, juga tersedia berbagai kue-kue dan penganan khas Ponorogo, seperti pada foto dibawah ini,

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Berbagai kue dan penganan khas Ponorogo tersedia

Karena perut yang tak terlalu lapar, akhirnya kami memesan masing-masing setengah porsi sate ayam saja. Setengah porsi ini terdiri dari 5 tusuk sate ayam dan beberapa potong lontong nasi.

Saya perhatikan potongan daging ayam pada tusukan sate. Potongan dagingnya besar-besar dan tebal, besarnya kira-kira sekitar dua jari tangan. 

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Inilah sate ayam Ponorogo...

Yang jelas terlihat sangat khas adalah bumbunya. Biasanya bumbu sate berwarna hitam karena dominan kecap, tapi bumbu sate ayam ini berwarna kuning. Boleh dibilang bumbu kacangnya ini mirip dengan bumbu pecel khas Jawa Timur yang kental.

Sate ayam pesanan sudah tiba di meja. Mari nikmati sate ayam Ponorogo racikan H. Tukri Sobikun / H. Suroto...

Sate Ayam Ponorogo - H. Tukri Sobikun / H. Suroto
Mari nikmati sate ayam Ponorogo...

Dan ketika mulut ini mulai mengunyah sate, daging ayamnya terasa sangat lembut dan rasanya manis dan gurih. Sulit menggambarkan kelezatan sate ayam ini dengan kalimat-kalimat.

Bila sahabat-sahabat berkunjung ke Ponorogo, cobalah mampir dan nimati sate ayam Ponorogo di Warung Sate H. Tukri Sobikun / H. Suroto ini. Sensasi rasanya dijamin sangat memuaskan.

Sukabumi, 29 Januari 2024


Komentar

  1. kami di sini sihat walafiat sis..

    sedapnye satey tu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Sehat selalu ya Mbak.

      Memang lezat dan mantap sate Ponorogo ini.

      Salam,

      Hapus
  2. Tempatnya seperti nya cukup besar dan nyaman, sate itu salah satu makanan favorit saya juga terutama sate ayam, tiap daerah satenya beda" ya walaupun dari bumbu kacang,berarti warung satenya sangat legendaris juga nih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak suka sate juga ya?
      Ternyata beragam racikan sate itu, walaupun bahan dasarnya sama. Sepertinya masing-masing daerah mempunyai racikannya yang khas.
      Luar biasa memang warung sate ini, sangat legendaris.

      Salam,

      Hapus
  3. muralnya keren, Om. Senang ya bisa berkumpul bersama keluarga. Semoga Om dan keluarga sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren memang muralnya, Mbak. Sering saya temui mural, ingin suatu kali saya menyaksikan bagaimana cara pelukis mural ini mengoleskan kuas catnya.
      Terima kasih do'anya Mbak.

      Salam,

      Hapus
  4. Kalau udah dapet titel legend pasti untuk rasanya nggak usah diragukan lagi ya, pak.. jaminan enak😁 Apalagi pernah disinggahi 2 presiden juga. Mantaapp

    Untuk tempatnya kayak pusat oleh-oleh gitu ya, banyak jajannya juga. Luas dan bersih juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Racikan sate ini memang mantap, Mas. Puasa juga dengan potongan daging ayamnya yang besar-besar. Setengah porsi saja cukup bikin kenyang.

      Jajanan yanng tersedia rupanya titipan dari beberapa UMKM dari daerah sekitarnya, Mas.

      Salam,

      Hapus
  5. Dekat situ memanga da sate ayam je ye pak? takde sate jenis lain macam sate daging,sate kambing, perut atau yang lain-lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak di warung ini hanya tersedia sata ayam saja. Demikian juga di warung-warung lain yang ada di kampung ini.

      Salam,

      Hapus
    2. ohhhh memang dekat sana takde sate lain ye pak? pelik ni sebab kalau kt malaysia selalunya kedai sate ada banyak pilihan lain selain ayam

      Hapus
    3. Ada sate lain, Mbak. Hanya di warung ini khusus hanya berdagang sate ayam saja. Dan saya juga kurang faham justru yang menjadi ikon kuliner Ponorogo ini sate ayam.

      Salam,

      Hapus
  6. Lama diasaskan oleh Pak Sobikun ya. Harap berterusan lama lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, Pak Sobikun yang pertama memulai usaha ini.
      Semoga tetap bertahan usaha keluarga ini.

      Salam,

      Hapus
  7. Yang lejen-lejen itu layak dihampiri. Selama nggak penuh mengantri ya. Kapan-kapan kalau mampir mencoba ah. Terima kasih infonya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, yang lejen memang bikin penasaran.
      Kapan-kapan kalau kebetulan sedang ke Ponorogo, atau lewat saja, mampir di warung ini Mbak.

      Salam,

      Hapus
  8. Wah mantap banget karena presiden SBY dan juga Jokowi sampai mampir dua kalo ke warung sate di Ponorogo itu, pasti terkenal ya pak.

    Berarti warung sate ini sudah tiga generasi ya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang luar biasa kepopuleran warung sate ini Mas, sampai dua presiden pernah dua kali mampir kemari.

      Betul ini generasi ketiga. Salut juga usahanya sampai bisa bertahan sampai 3 generasi.

      Salam,

      Hapus
  9. Pasti enak sate-nya, kerana sudah bertahan 3 generasi. Besar pula saiz sate. Saya punya makanan kegemaran adalah sate, Pak Asa, sedari kecil. Bila baca entri ini, terasa mahu cari sate terus. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mbak, saya penyuka sate juga. Sate ini memang istimewa, unik dengan cita rasa bumbu kacangnya.
      Selamat berburu sate Mbak...

      Salam,

      Hapus
  10. Sate Indonesia yang saya pernah cuba hanya sate Minang... yang lain belum cuba lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sate Minang ya Uncle. Kalau disini lebih dikenal dengan sebutan Sate Padang.

      Salam,

      Hapus
  11. Dunia persatean di indonesia itu sangat beragam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Termasuk sate ponorogo dengan sambel atau kuah kuningnya ini.

    Di semarang ada penjual sate ponorogo. Dari tulisan ini malah baru tahu kalau ada kampung sate juga. Sungguh luar biasa sebuah daerah berkembang dengan keunikannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar juga ya Mas. Masing-masing daerah punya khas satenya. Yang saya tahu ada sate Padang, sate Madura dan baru mencoba sate Ponorogo. Dipikir-pikir kreasi di bidang kuliner ini luar biasa juga ya.

      Kapan-kapan mampir Mas ke Kampung Sate, explore lebih jauh lagi...

      Salam,

      Hapus
  12. Luar biasa sampai tiga generasi apalagi dari taun 1970an. Pasti pasang surut dagang nya apalagi tahun 1998.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga terkagum dengan tetap berjaya usaha in sampai 3 generasi.
      Gejolak 1998 dan masa pandemi berarti dapat mereka lalui ya.

      Salam,

      Hapus
  13. salut, karena dikelola secara turun menurun....
    thank you for sharing useful info.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Mas, saya dibuat salut juga dengan pergulatan usaha keluarga ini.
      Sama-sama Mas. Terima kasih.

      Salam,

      Hapus
  14. sate adalah menu favorit aku Bapak...pokoknya mau ayam atau kambing aku suka semua...apalagi yang banyak kulitnya, wlaaupun ga boleh keseringan tapi kulit ayam itu gurih dibikin sate berasa ada manis manisnya si gurihnyabitu. Belum sambal satenya yang tiap daerah di Indonesia pasti ada kekhasan tersendiri..

    lihat oleh oleh di rak rumah makannya jadi penasaran ada kue yang warna warni itu aku Pak 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Mbak ini penyuka sate juga ya. Kapan-kapan mampir kemari Mbak kalau jalan-jalan ke jawa timur lagi.

      Menarik memang kue-kue yang dipajang itu Mbak. Katanya itu barang tititpan dari UMKM sekitarnya. Hebat ya.

      Salam,

      Hapus
  15. Kalau yang nama sate ini…
    Yang tak sedap pun boleh jadi sedap esp sate gratis hahaha
    Kuah sate seperti ini saya suka…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu sedap makan sate ya Mbak.
      Apalagi kalau gratis alias ada yang traktir...

      Salam,

      Hapus
  16. wah.. nampak sedap. Kena beli sate malam ni jawabnya. hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka sate juga ya Mbak?
      Makan sate malam hari...memang asik...

      Salam,

      Hapus
  17. Saya sudah cuba sate Padang di Sumatera Barat yang beza kuahnya dengan kuah sate di Malaysia, juga sudah menikmati sate ayam yang sangat lezat di Kalimantan. Mana tahu ada rezeki untuk mencicipi sate ayam Ponorogo pula.
    Sebenarnya ada satu yang saya sangat suka makan sate di Indonesia : Lontongnya yang lembut dan wangi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rupanya berbagai jenis hidangan sate yang ada disini sudah pernah Mbak coba. Nah, siapa tahu nanti Mbak berkesempatan juga menikmati sate ayam khas Ponorogo ini.
      Lontong ini memang salah satu teman makan sate yang nikmat.

      Salam,

      Hapus
  18. Sebagai penyuka sate, tempat ini langsung saya tandain dulu πŸ˜‚πŸ˜‚. Lihat fotonya aja mas, langsung terliur pula πŸ€€πŸ˜„. Kliatan kok daging besar2. Dan saya penasaran dengan kuahnya yg mas bilang mirip kuah pecel. Beuugh pasti mantep itu ❤️❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, muantaps banget sate Ponorogo ini.
      Kapan-kapan singgah kemari Mbak. Kalau di review oleh Mbak pasti keren foto dan tulisannya.

      Salam,

      Hapus
  19. Sate daging favourite saya tapi untuk ke sana belum mampu lagi tapi geram pulak kita tengok sate tu. Pasti sedap dan menyelerakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Mbak ini penyuka sate daging rupanya.
      Sate Ponorogo ini khas, terutama racikan bumbunya. Dan disini hanya menjual sate daging ayam saja. Mungkin mereka mempertahankan layanannya sejak dahulu.

      Salam,

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah singgah dan membaca tulisan saya. Bila berkenan, silahkan sahabat tinggalkan komentar. Cepat atau lambat saya akan membalas komentarnya dan mengunjungi blog sahabat.

Mohon ma'af komentar yang menyertakan link hidup akan saya hapus.