Assalamualaikum wr. wb.
Ada sebuah gedung di kota Sukabumi dengan pesona masa lalu, namum saat ini gedung tersebut sudah tak ada lagi, gedung itu bernama Gedung Capitol.
Saya teringat dengan Gedung Capitol - yang dibangun pada tahun 1930 - ketika secara tak sengaja menemukan artikel pada laman Good News From Indonesia tentang Kisah Gedung Capitol.
Pada artikel tersebut disertakan foto Gedung Capitol Sukabumi seperti dibawah ini,
![]() |
Gedung Capitol Sukabumi | Sumber: Good News From Indonesia |
Memperhatikan foto tersebut, terbayang kesyahduan kota Sukabumi saat itu. Banyak orang yang berjalan di trotoar dan di kejauhan tampak beberapa delman yang mungkin sedang mengantar penumpang ke tujuannya. Keadaan yang mirip dengan yang ada dalam kenangan saya tentang keadaan kota Sukabumi tahun 70-an.
Pada foto tersebut Gedung Capitol adalah gedung yang pada dindingnya tertulis "Istana Es - Ice Cream Palace". Disebelah Gedung Capitol terdapat gedung dengan sebagian badannya berbentuk bundar. Saya mengenal gedung berbentuk bundar tersebut sebagai "Toko Dunia", itu nama toko yang masih saya ingat.
Memandang foto tersebut saya jadi teringat masa kecil saya sekitar tahun 1970-an saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat itu bila saya jalan-jalan bersama teman-teman sebaya, sering duduk-duduk di teras di depan Gedung Capitol.
Saya tak berani memasuki gedung, hanya memandang saja dari luar. Terlihat beragam jenis pakaian pria dan wanita dipajang dengan rapi dan teratur di bagian dalam gedung. Kalau sekarang Gedung Capitol itu barangkali semacam mall atau pusat bisnis di kota Sukabumi.
Pada bagian belakang Gedung Capitol terdapat bioskop. Sering saya menonton film di bioskop tersebut, terutama sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saat saya sudah berani menonton film sendiri di bioskop.
Timbul rasa penasaran dan pertanyaan tentang foto Gedung Capitol tersebut. Pertanyaannya adalah, "ini foto tahun berapa?"
Sayangnya tidak tertulis informasi mengenai tahun foto tersebut diambil pada artikel di laman Good News From Indonesia. Saya googling, pun tidak saya temukan informasi tahun foto tersebut diambil.
Perhatian saya akhirnya terfokus pada bagian kiri bawah foto. Disana terdapat semacam papan pengumuman. Saya zoom, ternyata papan tersebut semacam poster film yang sedang diputar.
Pada poster film itu terdapat tulisan yang agak jelas. Tertulis "Kirk" dan "Trees".
Sebagai penyuka film-film Barat aka Hollywood, saya tahu nama aktor dengan nama pertamanya "Kirk", pasti "Kirk Douglas".
Melalui situs IMDb (Internet Movie Database) saya mencari film yang dibintangi oleh "Kirk Douglas" dengan judul film mengandung kata "Trees".
A ha akhirnya saya temukan film yang dibintangi oleh "Kirk Douglas" dan mengandung kata "Trees" adalah film "The Big Trees". Film ini dirilis pada tahun 1952.
![]() |
Gedung Capitol Sukabumi - Inset poster film The Big Trees |
Jadi akhirnya dapat saya simpulkan bahwa foto Gedung Capitol Sukabumi tersebut adalah foto suasana sekitar gedung pada tahun 1952 atau sesudahnya.
Bagaimana keadaan Gedung Capitol saat ini?
Untuk penjelasan hal ini akan saya sampikan pada tulisan yang akan datang.
Sukabumi, 15 November 2024
Nonton film bioskop era 70an adalah kesenangan yang tak bisa dinilai dengan apapun. Saya dan teman2 tak pernah nonton biaya sendiri. Paling nebeng teman dan pacarnya. Hehehe.... Kalau saya gak punya duit untuk itu.
BalasHapusAsyik memang nonton zaman itu Mbak. Saya merasakan asyiknya nonton itu akhir 70-an sampai awal 80-an. Uang jajan sebagian dikumpulkan buat beli karcis bioskopi. Seminggu bisa nonton sampai 2 kali....
HapusSalam,
Wah nostalgia ya pak...jaman dulu berarti sudah ada gedung atau sejenis mall mungkin ya, penasaran seperti apa gedung Capitol di era sekarang.
BalasHapusIya betul semacam mall kalau zaman sekarang. Hanya sayang Mbak sekarang sudah tinggal kenangan saja. Nanti saya sampaikan Capitol saat ini.
HapusSalam,
Sayangnya gedung tersebut sudah tak ada lagi, padahal kalau dilestarikan gedung tersebut termasuk gedung bersejarah karena dibangun di jaman penjajahan.
BalasHapusAh itulah Mas, saya sebagai orang awam yang tak paham juga masalah kebijakan pembangunan, sedih rasanya melihat Capitol saat ini...
HapusSalam,
bangunan lama yg pasti menyimpan banyak kenangan indah...
BalasHapusBetul Pak Kie. Banyak kenangan indah masa kecil saya di sekitar gedung Capitol itu.
HapusSalam,
sukabumi jaman dulu seperti luar negeri ya
BalasHapussuasananya
Mungkin karena saat itu di sekitar Sukabumi terkenal sebagai penghasil kopi, jadi diantaranya dibangun rel kereta api sampai Jakarta untuk mengangkut kopi dan juga banyak dibangun tempat-tempat peristirahatan dan plesiran dengan model bangunan ala Eropah seperti Capitol ini. Kurang lebih begitu, Mas.
HapusSalam,
penuh nostalgia laaa...agaknya masih wujud lagikah gedungnya pada masa sekarang?suspens menunggu next entry
BalasHapusNostalgia masa kecil saya Mbak di tahun 70-an...
HapusSaat ini Capitol sudah berubah wujud. Bagi saya terasa menyedihkan. Nanti saya coba tuliskan.
Salam,
Ada kenangan masa kecil ketika masih di sekolah dasar ya, Pak.
BalasHapusBetul, Mas. Kenangan indah ketika duduk-duduk di teras gedung Capitol dan gak berani memasuki gedungnya.
HapusSalam,
pastinya mempunyai nostalgia zaman dahulu kala. kalau zaman dulu gedung ini sebagai mall dan bioskop, lalu sekarang masih samakah?
BalasHapusBagi saya iya Mbak banyak kenangan masa saya kecil dahulu.
HapusSaat ini gedung Capitol sudah berubah bentuk Mbak.
Salam,
Wah luar biasa, akhirnya tahu juga ternyata foto itu sekitar tahun 1952 dari penampakan poster film The Big Trees.
BalasHapusIya Mas berkat bantuan poster film jadi dapat ditaksir tahun foto tersebut diambil.
HapusSalam,
Zaman kian berkembaang dan teknologi kian maju. Amat susah utk mengekalkan apa yg telah dibina puluhan tahun dahulu di zaman skrg..
BalasHapusBetul sekali yang Mas katakan. Karenanya tak heran bila masa sekarang sudah tak lagi banyak ditemukan bangunan-bangunan lama, sebagian sudah dipugar dan berubah wujud.
HapusSalam,
hanya pemimpin yg bijak dan suka kan sejarah akan mengekalkan tmpt bersejarah utk generasi akan dtg mghayati .
HapusSemoga ada kesadaran demikian pada hati pemimpin-pemimpin saat ini...
HapusSalam,
Wahh.. Pak Asa bisa menemukan tarikh gambar gedung itu diambil hasil carian di internet dengan menggabungkan beberapa kata kunci. Syabas pakπππ
BalasHapusAh iya Mbak karena saya penasaran dan tak menemukan informasi tentang tahun foto ini, akhirnya ditemukan juga informasinya setelah mencari-cari atas dasar poster film itu.
HapusSalam,
masa tu berapa harga tiket bioskop?
BalasHapusWaktu saya masih murid Sekolah Menengah Pertama ( tahun 1977 - 1980) dan saya mulai berani menonton film sendiri, saya masih ingat saat itu harga tiket bioskop termurah Rp 100,-. Kalau di Capitol harga tiketnya Rp 250,-
HapusTahun 1982 saat saya murid Sekolah Menengah Atas harga tiket di Capitol Rp 1000,-
Btw, di buku diary saya masih simpan potongan tiket dari beberapa bioskop di Sukabumi tahun 1982.
Demikian Mbak.
Salam,
kiranya bangunan ni dibina oleh kerajaan belanda ke?
BalasHapusBetul Mbak, karena Capitol dibangun pada tahun 1930, saat Belanda masih menguasai negeri.
HapusSalam,
Kalo lihat foto jadul hitam putih pikiran saya juga ikutan membayangkan kehidupan saat itu, senang rasanya.
BalasHapusSaya merasakan hal yang sama Mas jika memandang foto lama yang masih hitam putih. Kadang ingin kembali ke masa itu. Seandai ada mesin waktu ya...
HapusSalam,
Gedung lama masa kecil2 dulu pun kadang-kadang telah tiada kerana dirobohkan untuk ditukar ke gedung baru.
BalasHapusItulah yang terjadi pada Gedung Capitol, Mbak. Kini hanya tinggal kenangan saja.
HapusSalam,
Suka dengan foto lama zaman dulu apalagi yang hitam putih, kalo bisa perbanyak postingan ini pak.
BalasHapusSeperti syahdu di masa pada foto itu ya Mas.
HapusSaya lagi mengumpulkan foto-foto lama tentang Sukabumi. Coba nanti saya share di blog ini.
Salam,
Sukabumi, dari dulu memang kota yang sungguh luar biasa ya
BalasHapusgedung-gedung yang keren -keren, eh ada lagi soal perkereta apian, mungkin jika diulas lebih menarik lagi
Sukabumi banyak gedung keren karena salah satunya pada zaman Belanda dulu sebagai penghasil kopi. Jalur kereta dari Batavia dibangun sampai Sukabumi awalnya sebagai alat pengangkut kopi. Demikian yang saya ketahui Mas.
HapusTentang perkereta-apian nanti coba saya ulas...
Salam,
Nostalgia banget mas. Entah kenapa kalo liat foto hitam putih gini rasanya kayak tenggelam di memori masa lalu. Apalagi saya baru tau kalo sukabumi dulunya pernah sejaya ini ya
BalasHapusFoto hitam putih tentang masa lalu, entah kenapa ya seperti mempunyai daya tarik yang lebih.
HapusYa begitulah Sukabumi masa lalu, Mas. Penuh dengan catatan historis yang menarik untuk dikupas.
Salam,
Melihat foto hitam putih begini, ditambah dengan latar zaman kolonial, hati saya rasa hiba dan sayu. Kenapa ya... barangkali terbayang susah payahnya nenek moyang kita dahulu memperjuangkan kemerdekaan tanah air dari cengkaman penjajah.
BalasHapusSukabumi ini memang terkenal seantero nusantara ya Pak. Zaman kanak-kanak dahulu saya pernah baca buku cerita (lupa judulnya) yang menyebut tempat bernama Sukabumi. Rupanya begini salah satu gambaran yang bernama Sukabumi itu. Nama Capitol itu juga ada di Kota Kinabalu, Hotel Capitol tempat kami selalu menginap sekiranya ada penerbangan waktu pagi dari Kota Kinabalu ke Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur, zaman saya belajar dahulu pernah juga masuk ke Panggung Wayang Capitol!
Memang Mbak terkadang teringat juga masa kolonial bila memandang foto lama hitam putih. Syukurlah sekarang masa telah berubah.
HapusBetul kalau Sukabumi ini terkenal semenjak zaman kolonial, salah satunya karena Sukabumi adalah penghasil kopi. Disamping itu jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta (atau Batavia - nama zaman kolonial dahulu) hanya sekitar 120-an km.
Rupanya ada juga gedung Capitol di Kinabalu, Mbak.
Saya jadi penasaran dengan Panggung Wayang Capitol nih Mbak...
Salam,
Terakhir ke sukabumi aku ga lihat sih gedung Capitol ini. Kurang riset tempat2 di sana pas datang mas. Kah mendadak juga sih π. Next lah kalo ke Sukabumi lagi mau juga lebih memperhatikan bangunan2 klasiknya. Pas di sana memang ada banyak sih bangunan yg kliatan udh lama tp msh terawat.
BalasHapusBtw blm aku tulis2 pengalaman pas ke Sukabumi pdhl dah hampir setahun ππ
DI Sukabumi masih banyak bangunan-bangunan klasik terutama di sekitar Jalan Bhayangkara, Mbak. Kalau Capitol yang berdiri saat ini sudah sama sekali berbeda.
HapusPengalaman ke Sukabumi nya masih draft padahal sudah setahun lebih? Tulis dong Mbak saya penasaran bagaimana pandangan tentang Sukabumi dari pengunjung seperti Mbak.
Salam,
Banyak sejarah dan kisahnya. Mengimbau kenangan lama.
BalasHapusKenangan lama tentang gedung Capitol ini masih jelas dalam ingatan saya Mbak.
HapusKenangan yang demikian indah, sangat jauh berbeda dengan kenyataan saat memandang gedung Capitol saat ini.
Salam,
Bangunannya sudah dirobohkan jadi bangunan lain kah, pak? sayang ya, padahal bangunan peninggalan zaman dulu itu kokoh, hanya perlu dirawat saja biar gak rusak
BalasHapusIya Mbak gedung Capitol sudah di pugar sektar tahun 80-an.
HapusSayang sekali memang. Entahlah bagaimana kebijakan pemerintah daerah saat itu.
Salam,
Gambar yang betul-betul klasik untuk mengamit kenangan
BalasHapusBetul Mas sampai saya penasaran itu tahun berapa. Akhirnya saya temukan juga jawabannya.
HapusSalam,
Wah sayang sekali sekarang sudah tidak ada ya Mas. Kalau ada malahan akan bikin keren Sukabumi. Di Bogor juga sama tuh mas, bangunan-bangunan kuno seperti ini satu demi satu menghilang.
BalasHapusUntuk nyari sejarah di belakang sebuah bangunan kuno di Bogor juga sama ruwetnya. Saya kadang harus pergi nyari ke website Belanda, baru deh bisa menemukan setidaknya satu dua informasi. Kalau di situs Indonesia sendiri jarang-jarang.
Sayang memang, sejarah di Indonesia masih jadi anak tiri, padahal kan menyimpan sejarah perjalanan panjang negara ini yah...